|

Guna Program Jelas, Kinerja Akan Kami Tagih!, Ketua Komisi III DPRD Medan Akan Panggil Direksi Baru Tiga BUMD

NAGAPOS.COM | Medan - Ketua Komisi III DPRD Kota Medan, Salomo TR Pardede, menegaskan komitmennya menjalankan fungsi pengawasan legislatif dengan segera memanggil jajaran direksi baru tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemko Medan untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Tiga BUMD yang akan dipanggil tersebut adalah PUD Pasar, PUD Pembangunan, dan PUD Rumah Potong Hewan (RPH).

Pemanggilan ini bertujuan untuk mendalami program kerja, arah kebijakan, serta inovasi manajerial yang akan dijalankan direksi baru selama masa jabatan lima tahun ke depan. 

Guna program jelas, kinerja akan kami tagih!, Ketua Komisi III DPRD Medan akan panggil Direksi Baru Tiga BUMD.

“Kita ingin mendengar langsung apa program mereka untuk memajukan perusahaan. Program itu tidak hanya dipaparkan, tapi nantinya akan kami tagih sampai benar-benar terealisasi,” tegas Salomo Pardede, Selasa (13/1/2026).

Target Jelas: Kontribusi Nyata untuk PAD Kota Medan

Salomo menekankan, Komisi III DPRD Medan menaruh harapan besar agar ketiga BUMD tersebut mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan, yang selama ini dinilai belum optimal.

“Tentu kita berharap tiga unit perusahaan milik Pemko Medan ini bisa memberi sumbangan besar bagi PAD. BUMD tidak boleh hanya hidup, tapi harus memberi manfaat nyata bagi daerah,” ujarnya.

Sorotan Tajam untuk PUD RPH dan PUD Pembangunan

Secara khusus, Salomo menyoroti kondisi PUD RPH dan PUD Pembangunan yang dinilai mengalami persoalan serius dalam pengelolaan manajemen.

“Selama ini dua perusahaan tersebut manajemennya kurang maksimal, bahkan kondisinya cukup mengkhawatirkan dan terancam bangkrut. Karena itu dibutuhkan pimpinan yang kreatif, berani, dan punya inovasi baru,” ungkapnya.

Menurutnya, pergantian direksi harus menjadi momentum perbaikan total, bukan sekadar pergantian jabatan tanpa perubahan arah.

PUD Pasar: Pelayanan dan Profit Harus Seimbang

Selain itu, PUD Pasar juga menjadi perhatian utama Komisi III DPRD Medan. 

Salomo berharap direksi baru mampu menyelesaikan berbagai persoalan klasik dalam pengelolaan pasar tradisional, mulai dari pelayanan pedagang hingga optimalisasi pendapatan.

“Pelayanan kepada masyarakat dan pedagang harus berjalan seimbang dengan profit. Itu kunci utama.

 Jangan pelayanan buruk, tapi juga jangan rugi terus,” tegasnya.

RDP Jadi Ruang Evaluasi dan Dialog Terbuka
Dalam RDP yang akan digelar, Salomo memastikan akan ada ruang dialog terbuka dan konstruktif antara jajaran direksi BUMD dan anggota DPRD Medan.

“Kami ingin ada diskusi yang sehat. Dewan akan memberi masukan, direksi memaparkan solusi.

Tujuannya satu: perusahaan daerah harus tumbuh sehat,” tegasnya.

Ia menegaskan, DPRD Medan tidak akan lepas tangan dan akan terus melakukan pengawasan berkelanjutan terhadap kinerja seluruh direksi BUMD.

“Kami pasti mendorong agar manajemen perusahaan berjalan lebih baik, lebih profesional, dan tidak lagi mengulang kesalahan lama,”

PESAN KETUA KOMISI III DPRD MEDAN

“BUMD bukan tempat aman jabatan, tapi ladang tanggung jawab.”

“Program tanpa realisasi hanyalah janji yang menipu publik.”

“Direksi baru harus membawa perubahan, bukan sekadar nama baru.”

“BUMD sehat lahir dari manajemen berani dan inovatif.”

“Pelayanan buruk adalah jalan pintas menuju kebangkrutan.”

“PAD tidak tumbuh dari retorika, tapi dari kerja nyata.”

“DPRD akan mengawasi, rakyat akan menilai.” pungkas Salomo.
(Wilfried Hutabarat)
 

Komentar

Berita Terkini