Kegiatan Pawai Obor yang mengusung tema 'Lekas Pulih Sumatera' ini sebagai bentuk empati, solidaritas dan doa bersama untuk sejumlah daerah di Sumatera yang dilanda musibah bencana alam mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan kerugian material bagi warga.
Ketua Panitia Pawai Obor 1447 Hijriah/2026 Masehi, Taufik Ismail, mengatakan kegiatan yang sudah digelar hampir setiap jelang Ramadan berjalan tertib dan lancar meskipun sempat diguyur hujan. Ia juga mengakui antusias warga mengikuti dan menyemarakkan acara tersebut lebih banyak dari tahun 2025 lalu.
Sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara yang terdampak musibah bencana alam di beberapa daerah Sumatra, Taufik Ismail menjelaskan dalam Pawai Obor ini juga diadakan penggalangan dana untuk membantu korban bencana di Sumatra.
"Selain syiar agama sambut Ramadhan, kami juga akan melakukan penggalangan dana untuk korban bencana Sumatra," ujar Taufik.
Selain itu lanjut Taufik Ismail, Panitia Pawai Obor berharap dengan diselenggarakannya acara ini, dapat meningkatkan semangat ummat Islam khususnya anak muda dalam menyambut dan menjalankan puasa Ramadan.
"Pelaksanaan pawai obor tahun lalu, jumlah peserta pawai mencapai sekitar kurang lebih 7.000 orang. Kami berharap kegiatan ini dapat menambah semangat generasi muda dalam menyambut Ramadan," harapnya.
Pantauan awak media dilokasi Acara Pawai Obor, Ribuan warga dari berbagai daerah berkumpul didepan Masjid Raya Al Mashun dan memadati sepanjang jalan menuju arah jalan Brigjend Katamso depan Istana Maimun, lalu massa bergerak ke jalan Pemuda, jalan Palang Merah, jalan MT. Haryono, Jalan Cirebon, lalu finish kembali dititik kumpul awal melewati jalan SM. Raja. (Soni).





