|

Kapolsek Medan Baru Kompol Bambang G Hutabarat SIK SH MH Turut Kawal Demo Mahasiswa Gerbang DPRD Medan Rusak

NAGAPOS.COM | Medan — Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) berlangsung di depan Kantor Wali Kota Medan dan gedung DPRD Kota Medan, Jumat (8/5/2026). 

Pengamanan dilakukan oleh personel Polrestabes Medan bersama jajaran Polsek Medan Baru dipimpin langsung Kapolsek Medan Baru, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat SIK SH MH.

Sejak awal, Pukul 10.00 WIB aksi berjalan tertib dengan mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait persoalan pendidikan nasional dan kebijakan pemerintah. 

Namun situasi mulai memanas ketika massa kecewa karena tidak ada perwakilan pejabat Pemerintah Kota Medan maupun anggota DPRD yang menerima mereka, mengingat aksi berlangsung pada hari Jumat.

Dalam orasinya, massa aksi terus menyuarakan tuntutan secara bergantian. 

Ketegangan meningkat saat sejumlah mahasiswa menggoyang-goyangkan pintu gerbang DPRD Medan hingga diduga mengalami kerusakan. 

Tidak hanya itu, massa juga membakar ban di badan jalan sehingga menimbulkan kobaran api dan kepulan asap tebal di sekitar lokasi aksi.

Kapolsek Medan Baru Ingatkan Pentingnya Etika dalam Demonstrasi

Di tengah situasi yang mulai memanas, Kapolsek Medan Baru Kompol Bambang Gunanti SIK MH tetap berdiri di garis depan bersama personel kepolisian lainnya untuk menjaga keamanan dan mencegah bentrokan.

Dengan pendekatan humanis, Kompol Bambang mengingatkan mahasiswa agar tetap menjaga etika dan karakter baik dalam menyampaikan aspirasi.

“Adik-adik, kenapa demonya hari Jumat? Karena para anggota dewan tidak berada di kantor. Apakah tidak sebaiknya dilakukan hari Senin agar aspirasi bisa langsung diterima,” ujar Kompol Bambang di hadapan massa aksi.

Ia menegaskan bahwa menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak demokrasi yang dijamin undang-undang.

Namun, kebebasan tersebut harus tetap disertai sikap santun, tertib, serta tidak merugikan masyarakat lain.

Menurutnya, mahasiswa sebagai kaum intelektual dan agen perubahan harus mampu menjadi teladan dalam menyampaikan kritik secara bermartabat, bukan melalui tindakan anarkis.

Gerbang DPRD Digoyang, Arus Lalu Lintas Tersendat

Massa aksi juga sempat menyoraki petugas keamanan (Security) di dalam kantor DPRD Medan sambil meminta gerbang dibuka. 

Namun pihak keamanan menolak membuka pintu karena tidak ada satu pun anggota dewan berada di lokasi.

Situasi semakin ricuh ketika sebagian massa terus mengguncang gerbang dan memaksa masuk.

Puluhan petugas keamanan terlihat kewalahan menghadapi desakan massa.

Selain itu, aksi mahasiswa turut menutup sebagian ruas jalan di depan DPRD Medan menuju arah Lapangan Merdeka. 

Akibatnya, arus lalu lintas mengalami kemacetan cukup panjang. 

Sejumlah pengendara membunyikan klakson karena terganggu antrean kendaraan yang tersendat hingga sore hari.

Aksi demonstrasi akhirnya berangsur membubar sekitar pukul 17.30 WIB. Massa meninggalkan lokasi dengan berjalan kaki secara bertahap.

GMNI Sampaikan Sejumlah Tuntutan Pendidikan

Aksi yang dipimpin Ketua DPC GMNI Kota Medan, Ramot Josua Simarmata, meyampaikan berbagai tuntutan terkait persoalan pendidikan dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Beberapa tuntutan yang disampaikan antara lain:
- Mengkaji ulang regulasi kebijakan PPG
- Menekan angka putus sekolah di Kota Medan
- Mengevaluasi pemotongan anggaran pendidikan
- Mengkaji ulang regulasi terbaru KIP
Menurunkan biaya kuliah
- Mengevaluasi kebijakan pengadaan Smart TV untuk sekolah
- Mengevaluasi sistem pendidikan nasional terbaru
- Mendorong profesionalisme tenaga pendidik
- Menciptakan ruang aman bagi mahasiswa di kampus
- Menindak pelaku kekerasan dan pelecehan di lingkungan pendidikan
- Menolak sistem militerisasi kampus
- Mendesak transparansi anggaran pendidikan
- Mengevaluasi kinerja Menteri Pendidikan
- Mengkaji kurikulum yang dinilai membebani mahasiswa

Filosofi Bijak dalam Demokrasi dan Penyampaian Aspirasi

Demonstrasi sejatinya merupakan bagian dari pendidikan demokrasi.

Namun demokrasi yang sehat harus dibangun dengan moral, etika, dan tanggung jawab sosial.

Filosofi bijak mengajarkan bahwa kekuatan terbesar bukan terletak pada amarah, melainkan kemampuan mengendalikan diri ketika memperjuangkan kebenaran.

Mahasiswa dikenal sebagai penjaga moral bangsa. Karena itu, perjuangan yang dilakukan dengan santun akan lebih dihormati dibanding tindakan yang menimbulkan kerusakan.

Kepolisian dan mahasiswa sejatinya memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga Indonesia tetap damai, kritis, dan berkeadilan.

Tujuh Mutiara Kata tentang Etika Demonstrasi dan Karakter Mahasiswa

“Aspirasi yang disampaikan dengan etika akan lebih didengar daripada kemarahan yang berujung anarkis.”

“Mahasiswa adalah wajah intelektual bangsa, maka tunjukkan kritik dengan karakter yang bermartabat.”

“Demokrasi bukan tentang siapa paling keras berteriak, tetapi siapa paling bijak menyampaikan kebenaran.”

“Ketegasan tanpa etika hanya melahirkan konflik, sedangkan kritik santun melahirkan solusi.”

“Ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan akhlak dan tanggung jawab sosial.”

“Menjaga ketertiban saat berdemo adalah bentuk penghormatan kepada masyarakat dan demokrasi.”

“Perubahan besar lahir dari pikiran yang cerdas dan sikap yang dewasa.”

Mahasiswa pendemo akhirnya menyampaikan terimakasih kepada Kapolsek dan jajarannya yang telah mengawal dari awal hingga pulang.

Para Security mengangkat dinding gerbang  yang terlepas ke halsman kantor DPRD karena rusak dan terlepas  dari badan gerbang tersebut akibat digoyang para pendemo hingga memanjatnya.         
(Wilfried Hutabarat)
 

Komentar

Berita Terkini