Turut hadir dalam acara reses, Pendeta Moses Sembiring yang sekaligus memimpin doa pembukaan kegiatan, tampak juga Camat Medan Tuntungan yang di wakili Sekretaris Camat ibu Eva Lusia Simamora,SE., Lurah Kelurahan Mangga Feryanto Arapenta Tarigan, Kepling I Kelurahan Mangga Juan Purba A.Md., dari Dinas Lingkungan hidup, Andi Sitohang, Dinas PU Ande, Dinas Perhubungan dan para OPD lainya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas konstitusional anggota legislatif dalam menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat dan reses juga menjadi momentum strategis untuk mendengarkan serta menyerap aspirasi ataupun persoalan yang dihadapi masyarakat yang nantinya menjadi masukan terkait efektivitas pelaksanaan program-program pemerintah.
Melalui forum reses tersebut, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan harapan, kritik, maupun usulan sebagai bahan pertimbangan dalam proses perumusan kebijakan pembangunan daerah.
Jusup Ginting pun menerima beragam aspirasi dan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian utama warga. Ia berdialog interaktif dengan masyarakat sekitar melalui sesi tanya jawab.
Masyarakat sekitar mengeluhkan kondisi drainase yang dinilai belum memadai, kebutuhan peningkatan kualitas infrastruktur jalan lingkungan, hingga akses terhadap program pendidikan, khususnya Program Indonesia Pintar (PIP), agar dapat menjangkau lebih banyak peserta didik yang membutuhkan.
Persoalan yang paling utama disoroti masyarakat yakni tentang akses jalan di Jalan bendungan, masalah pengerutan Sungai yang sering dilanda banjir, sampah, masalah listrik untuk penerangan jalan yang belum ada sampai sekarang.
Di hadapan warga, Jusup Ginting mencatat berbagai keluhan masyarakat untuk dijadikan bahan evaluasi. Ia juga menegaskan komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan seluruh aspirasi yang telah disampaikan agar dapat ditindaklanjuti menjadi usulan program maupun kebijakan resmi pemerintah daerah melalui mekanisme yang berlaku di DPRD Kota Medan.
Menurutnya, setiap aspirasi masyarakat memiliki nilai penting sebagai dasar dalam menentukan prioritas pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Kegiatan reses bukan sekadar agenda rutin anggota legislatif, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan politik kepada masyarakat. Seluruh aspirasi yang disampaikan akan kami perjuangkan agar dapat menjadi bagian dari program pembangunan daerah," ujar Jusup Ginting.
Sikap responsif Jusup Ginting dalam reses mendapat apresiasi masyarakat sekitar. Menurut warga yang hadir, kepedulian Jusup Ginting yang dinilai konsisten menjaga komunikasi yang baik dengan konstituennya, dan hal itu mencerminkan komitmen Jusup Ginting dalam menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran demi kepentingan masyarakat.
Warga menilai, Jusup Ginting merupakan salah satu anggota DPRD Kota Medan yang tetap hadir ditengah masyarakat dan tidak pernah mengabaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Masyarakat juga menilai bahwa berbagai keluhan yang disampaikan selama ini selalu mendapatkan respons yang cepat serta tindak lanjut sesuai dengan kewenangan yang dimiliki sebagai wakil rakyat.
"Kami sangat puas dengan kinerja Pak Jusup Ginting sebagai wakil kami di DPRD Kota Medan. Beliau selalu hadir di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan kami, dan berupaya mencari solusi atas berbagai persoalan yang kami hadapi," ungkap salah seorang warga yang mengikuti kegiatan reses.
Melalui kegiatan reses ini diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara wakil rakyat dan masyarakat. Aspirasi yang dihimpun dari berbagai lapisan masyarakat diharapkan mampu menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh warga Kota Medan, khususnya masyarakat di Kecamatan Medan Tuntungan.
Diakhir acara reses, Jusup Ginting berpesan agar pemerintah Medan Tuntungan memberi perhatian serius terkait aspirasi dan keluhan warga.
"saya pesankan kepada pemerintah Medan Tuntungan untuk mewujudkan pembangunan yang telah kita bicarakan hari ini dan akan saya tagih melalui kepala-kepala dinas dikota Medan. Kepada warga tetap semangat dan bekerja sama untuk mewujudkan pembangunan dilingkungan kita. Dan penutup reses ini saya tutup dengan pantun bahasa karo. 'Riang-riang gumpari, Sirang gia Kita gundari, Gelah sirang alu mejuah-juah'," tutup Jusup Ginting. (Wil/Soni).





