|

Kondisi Pekuburan Umum Kelurahan Mangga Seperti Danau. Khawatir Makam Hilang Ditelan Genangan, Warga Minta Pemko Medan Turun Tangan

Foto (ist) : Kondisi Pekuburan Umum Alambaru yang berada di Lingkungan 1, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, terlihat tergenang air hingga sepinggang orang dewasa. Kondisi ini sudah berlangsung selama sekitar satu minggu karena tidak tersedianya sistem drainase yang memadai, membuat air terus menggenang tanpa memiliki jalur pembuangan. Jumat (12/6/2026).
NAGAPOS.COM | MEDAN - Hujan yang terus mengguyur Kota Medan dalam sepekan terakhir membawa duka tersendiri bagi warga Lingkungan 1, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.

‎Bukan hanya jalan dan pemukiman yang terancam banjir, tetapi juga Pekuburan Umum Alambaru yang kini nyaris tenggelam di bawah genangan air.

‎Pemandangan yang menyayat hati terlihat di area pemakaman tersebut. Deretan makam yang selama ini menjadi tempat peristirahatan terakhir para leluhur dan anggota keluarga warga, kini terendam air dengan ketinggian yang terus meningkat. Beberapa nisan tampak hanya menyisakan bagian atasnya, sementara sebagian lainnya nyaris tidak terlihat karena tertutup genangan.

‎Menurut warga, kondisi ini sudah berlangsung selama sekitar satu minggu. Curah hujan yang tinggi diperparah oleh tidak tersedianya sistem drainase yang memadai, membuat air terus menggenang tanpa memiliki jalur pembuangan.

‎“Dulu pekuburan ini tidak pernah banjir. Setelah banyak pembangunan gedung di sekitar lokasi, air mulai sulit mengalir dan akhirnya menggenangi area makam,” ujar salah seorang warga yang ditemui di lokasi. Jumat (12/6/2026).

‎Warga menilai pembangunan disekitar kawasan pemakaman tidak dibarengi dengan penyediaan ruang drainase yang memadai. Akibatnya, aliran air yang sebelumnya dapat mengalir dengan lancar kini terhambat dan terkumpul di area pekuburan.

‎Dari hari ke hari, kondisi tersebut semakin memprihatinkan. Tingginya genangan air saat ini disebut telah mencapai tubuh anak-anak hingga mendekati pinggang orang dewasa. Area pemakaman yang biasanya sunyi dan penuh penghormatan kini berubah menyerupai kolam besar, bahkan oleh warga disebut lebih mirip sebuah danau.

‎“Kami sangat sedih melihat makam keluarga kami seperti ini. Tempat yang seharusnya dijaga dan dihormati sekarang terendam air,” kata warga lainnya dengan nada pilu.

‎Warga mengaku pihak kelurahan pernah meninjau lokasi untuk melihat langsung kondisi yang terjadi. Namun hingga kini, belum ada langkah konkret yang mampu mengatasi genangan yang terus bertahan di kawasan tersebut.

‎Di tengah cuaca yang masih didominasi hujan, kekhawatiran masyarakat semakin besar. Warga takut air yang terus meninggi tidak hanya merendam makam, tetapi juga meluap ke kawasan permukiman di sekitar pekuburan.

‎Warga berharap Pemerintah Kota Medan dan instansi terkait segera turun tangan mencari solusi permanen. Pembangunan sistem drainase yang baik dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar genangan dapat segera surut dan tidak kembali terulang pada musim hujan berikutnya.

‎Bagi masyarakat setempat, persoalan ini bukan sekadar tentang banjir. Ini adalah tentang menjaga kehormatan tempat peristirahatan terakhir orang-orang yang mereka cintai.

‎Disaat hujan belum menunjukkan tanda akan reda, harapan warga kini tertuju pada hadirnya perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah sebelum genangan yang mengelilingi makam berubah menjadi ancaman yang lebih besar bagi lingkungan sekitar.

‎Salah seorang warga yang orang tuanya dimakamkan dipekuburan itu sangat sedih melihat kondisi pemakaman. "Kami berjiarah juga tak bisa lagi karena banjir ini, saya sangat bermohon kepada lembaga legislatif dan Pemko Medan agar ada pembuatan drainase di kawasan pekuburan agar tidak banjir lagi," kata MF.Sembiring. (Soni).

Komentar

Berita Terkini