|

Ketua DPRD Medan Drs Wong Chun Sen M.Pd B Bersama Anak Yatim Menanam Pohon untuk Menjaga Alam Pertiwi

NAGAPOS.COM | Medan — Suasana hangat penuh kepedulian menyelimuti Panti Asuhan Al-Jam’iyatul Washliyah Medan, Sabtu (24/1/2026). 

Di bawah langit cerah dan rindangnya harapan, Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B, hadir bersama ratusan anak yatim dalam rangkaian kegiatan sosial dan lingkungan yang sarat makna kebangsaan dan kemanusiaan.

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Kolonel Yos Sudarso KM 6, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli ini digelar sebagai bentuk syukur atas ulang Tahun ke-79 Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr (HC) Hj. Megawati Soekarnoputri, sekaligus memperingati Hari Jadi PDI Perjuangan ke-53.

Sambutan dan Kehangatan Silaturahmi
Wong Chun Sen hadir didampingi Zainuddin Lubis, Staf Ahli Pimpinan DPRD Medan. 

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Arifin, pengurus yayasan, bersama ratusan anak yatim yang telah menanti dengan senyum dan antusiasme.

Dalam sambutannya, Arifin menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya usia Megawati Soekarnoputri. Ia mendoakan agar Presiden ke-5 Republik Indonesia tersebut senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan untuk terus mencurahkan pengabdian bagi bangsa dan negara.

“Kami mendoakan Ibu Megawati selalu sehat dan diberi kekuatan dalam mengabdikan pikiran serta tenaganya demi kemajuan Indonesia,” ucap Arifin dengan penuh haru.

Pesan Menjaga Bumi dari Ketua Umum PDI Perjuangan

Dalam kesempatan itu, Wong Chun Sen menyampaikan pesan khusus dari Ketua Umum PDI Perjuangan yang menekankan pentingnya menjaga dan merawat bumi pertiwi sebagai warisan bagi generasi mendatang.

“Di hari ulang tahun ke-79 Ibu Megawati Soekarnoputri sekaligus HUT PDI Perjuangan ke-53, beliau berpesan agar kita semua menjaga bumi pertiwi. Menjaga alam berarti menjaga masa depan anak cucu kita,” ujar Wong.

Ia mengajak anak-anak yatim untuk ikut berperan aktif dalam merawat lingkungan, dimulai dari hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan, mencintai tanaman, dan menghormati alam sekitar.

Menanam Harapan di Tanah Panti Asuhan

Sebagai wujud nyata dari pesan tersebut, Wong bersama pengurus panti dan anak-anak yatim melakukan penanaman pohon di sekitar lingkungan panti asuhan.

Satu per satu bibit ditanam dengan penuh semangat, seolah menanam harapan akan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Menurut Wong, aksi kecil ini memiliki makna besar, terutama di tengah meningkatnya bencana alam yang melanda berbagai daerah.

“Banjir bandang yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh menjadi peringatan keras bagi kita semua tentang dampak kelalaian manusia dalam menjaga alam,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat.

Tumpeng Syukur dan Doa Kebersamaan

Usai kegiatan penanaman pohon, rombongan kembali ke aula panti asuhan untuk mengikuti pemotongan nasi tumpeng sebagai puncak syukuran ulang tahun ke-79 Megawati Soekarnoputri.

Suasana haru dan kehangatan menyelimuti ruangan saat doa bersama dipanjatkan, dilanjutkan dengan makan bersama anak-anak yatim. Momen ini menjadi simbol kepedulian sosial, persaudaraan, dan kecintaan terhadap sesama serta lingkungan hidup.

Kegiatan tersebut tidak hanya meninggalkan jejak pohon yang tumbuh di tanah panti, tetapi juga jejak nilai kemanusiaan dan kesadaran ekologis di hati setiap yang hadir.

Harapan dari Tanah yang Ditanami 

Menanam pohon hari ini adalah menanam kehidupan untuk esok hari.

Bumi yang dirawat dengan cinta akan membalas dengan keberkahan.

Tangan kecil yang menanam, sedang membangun masa depan bangsa.

Alam adalah rumah bersama yang harus dijaga dengan nurani.

Kepedulian sosial adalah akar dari keadilan lingkungan.

Doa dan tanah yang subur melahirkan harapan yang tumbuh.
Menjaga bumi berarti menjaga warisan untuk generasi yang belum lahir.
(Wilfried Hutabarat)
 

Komentar

Berita Terkini